Manokwari Guide| Papua Barat | Indonesia | Gempa
Gempa berkekuatan 6,2 SR di Manokwari, Papua, membuat panik warga yang sedang bekerja di Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA). Salah satu staf tata usaha SKMA mengaku langsung lari keluar gedung bersama pegawai lainnya.
"Kita langsung berhamburan keluar. Panik berat," kata staf tata usaha SKMA Yuliana Suyanti, kepada detikcom, Senin (7/1/2008).
Saat itu, sekitar pukul 12.00 WIT para pegawai sedang salat zuhur. Kemudian terasa goncangan cukup hebat selama beberapa detik. Tak lama setelah gempa, pegawai kembali ke dalam gedung menyelesaikan pekerjaannya.
"Tidak lama aman, saya masuk lagi sambil mengunci pintu, lalu pulang," ujar dia.
Dia menuturkan, akibat gempa gedung SKMA mengalami keretakan di beberapa sisi. "Tapi retaknya tidak begitu terlihat," tutur dia.
Meskipun usai gempa banyak warga yang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, Yuliana lebih memilih untuk tetap bertahan di rumahnya yang terletak hanya beberapa meter dari bibir pantai. Dia mengatakan justru kompleknya di Balai Latihan Kehutanan yang dijadikan tempat mengungsi para korban kebakaran di Jalan Borobudur.
"Ada 2 tenda didirikan. Mudah-mudah di sini aman. Lillahita'ala (Berserah diri padaNya)-lah," imbuh dia.
Sementara, Tuti yang tinggal di Jalan Pahlawan mengaku merasakan gempa saat sedang di dalam taksi. Gempa yang dirasakannya sangat kuat, hingga kaca-kaca di sebuah kantor pemeriksa keuangan yang dilewatinya berbunyi. Tembok pun terlihat retak.
"Saya pikir ban taksinya kempes, ternyata gempa. Soalnya kencang sekali," cerita Tuti.
Menurut Tuti jika gempa berkekuatan serupa terjadi lebih lama maka akan menimbulkan lebih banyak kerusakan. Dia mengaku hingga saat ini sudah merasakan dua kali gempa susulan.
"Tapi gempanya tidak begitu besar seperti yang pertama," pungkas dia.
Menurut Depkes, gempa ini menyebabkan 20 rumah rusak dan terbakar dan memaksa 200 orang mengungsi.
sumber detik news
Selasa, 22 Juli 2008
Senin, 21 Juli 2008
Manokwari Guide| Papua Barat | Indonesia | News
Manokwari Guide| Papua Barat | Indonesia | News
Gempa tektonik mengguncang Manokwari, Papua. Gempa ini berkekuatan 5,3 Skala Ritcher (SR) dan merusak pemukiman warga.
Gempa ini terjadi Sabtu (3/3/2007). Berdasarkan data BMG, gempa ini terjadi pukul 13.04 WIT. Pusat gempa berada pada posisi 1,45 LS - 134,14 BT.
Kedalaman gempa ini tercatat pada 33 km. Pusat gempa berada di darat 67 km di sebelah tenggara Manokwari.
Guncangan gempa dapat dirasakan sebesar IV-V MMI di Manokwari. Akibatnya, sejumlah rumah dilaporkan roboh ataupun retak. Sebuah tower TVRI pun ikut rusak akibat gempa ini. Belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa. (fay/fay)
Gempa tektonik mengguncang Manokwari, Papua. Gempa ini berkekuatan 5,3 Skala Ritcher (SR) dan merusak pemukiman warga.
Gempa ini terjadi Sabtu (3/3/2007). Berdasarkan data BMG, gempa ini terjadi pukul 13.04 WIT. Pusat gempa berada pada posisi 1,45 LS - 134,14 BT.
Kedalaman gempa ini tercatat pada 33 km. Pusat gempa berada di darat 67 km di sebelah tenggara Manokwari.
Guncangan gempa dapat dirasakan sebesar IV-V MMI di Manokwari. Akibatnya, sejumlah rumah dilaporkan roboh ataupun retak. Sebuah tower TVRI pun ikut rusak akibat gempa ini. Belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa. (fay/fay)
Senin, 14 Juli 2008
Manokwari Guide| Papua Barat | Indonesia | Pemerintahan
Manokwari Guide| Papua Barat | Indonesia | Pemerintahan
Secara Administratif pemerintahan Kabupaten Manokwari terdiri dari 29 wilayah Distrik,
13 wilayah Distrik diantaranya mempunyai wilayah berbatasan dengan laut,
sedangkan 16 Distrik lainnya merupakan wilayah yang terletak di daerah dataran atau pegunungan yang tidak berbatasan dengan laut.
Adapun 13 wilayah Distrik yang berbatasan dengan laut tersebut adalah Distrik Ransiki, Momi Waren, Tahota, Oransbari, Manokwari Barat, Maokwari Timur, Manokwari Utara, Manokwari Selatan, Tanah Rubu, Amberbaken, Mubrani, Masni dan Sidey.
Sedangkan 16 wilayah Distrik yang tidak berbatasan dengan laut adalah Distrik Nenei, Sururey, DIdohu, Dataran Isim, Anggi, Taige, Anggi Gida, Membey, Warmare, Prafi, Menyambouw, Hingk, Catubouw, Testegs, Kebsr dan Senopi.
Berdasarkan luas wilayah, maka Distrik Kebar merupakan daerah yang terluas yaitu 1.620,60 km2 atau 11,22 % dari luas Kabuipaten Manokwari dan Distrik Membey dengan luas 49,58 km2 atau 0,34 % dari luas Kabupaten Manokwari, merupakan daerah terkecil luas wilayahnya. Kabupaten Manokwari terdiri dari 422 wilayah setingkat dibawah Distrik yang terdiri dari 9 Kelurahan dan 413 kampung.
(SUMBER : Manokwari dalam Angka Tahun 2007)
Secara Administratif pemerintahan Kabupaten Manokwari terdiri dari 29 wilayah Distrik,
13 wilayah Distrik diantaranya mempunyai wilayah berbatasan dengan laut,
sedangkan 16 Distrik lainnya merupakan wilayah yang terletak di daerah dataran atau pegunungan yang tidak berbatasan dengan laut.
Adapun 13 wilayah Distrik yang berbatasan dengan laut tersebut adalah Distrik Ransiki, Momi Waren, Tahota, Oransbari, Manokwari Barat, Maokwari Timur, Manokwari Utara, Manokwari Selatan, Tanah Rubu, Amberbaken, Mubrani, Masni dan Sidey.
Sedangkan 16 wilayah Distrik yang tidak berbatasan dengan laut adalah Distrik Nenei, Sururey, DIdohu, Dataran Isim, Anggi, Taige, Anggi Gida, Membey, Warmare, Prafi, Menyambouw, Hingk, Catubouw, Testegs, Kebsr dan Senopi.
Berdasarkan luas wilayah, maka Distrik Kebar merupakan daerah yang terluas yaitu 1.620,60 km2 atau 11,22 % dari luas Kabuipaten Manokwari dan Distrik Membey dengan luas 49,58 km2 atau 0,34 % dari luas Kabupaten Manokwari, merupakan daerah terkecil luas wilayahnya. Kabupaten Manokwari terdiri dari 422 wilayah setingkat dibawah Distrik yang terdiri dari 9 Kelurahan dan 413 kampung.
(SUMBER : Manokwari dalam Angka Tahun 2007)
Minggu, 13 Juli 2008
Manokwari Guide | Papua barat | Indonesia | Transportasi
Manokwari Guide | Papua barat | Indonesia | Transportasi
TRANSPORTASI
Manokwari terletak di Teluk Doreri, letaknya sangat strategis memudahkan orang untuk berkunjung ke kota ini dengan menggunakan beberapa jenis angkutan seperti kapal laut dan pesawat udara.
Dewasa ini ada beberapa kapal perintis dan kepal-kapal mewah seperti KM NGAPULU, DOLORONDA dan CIREMAI yang menyinggahi di pelabuhan ini setiap dua minggu sekali dan kapal-kapal perintis lainnya yang menghubungkan antar kota Manokwari dan kota-kota lainnya.
Kemudian transportasi udara dapat digunakan dengan pesawat terbang milik Perusahaan Merpati Nusantara Airlines (MNA) setiap hari dari dari kota-kota lain di Papua. Sedangkan untuk kota-kota kecamatan di Kabupaten Manokwari dapat dicapai dengan kendaraan umum kecuali kecamatan Anggi dan danaunya yang sangat indah dapat dicapai dengan pesawat udara jenis Twin Otter MNA/Cessna MAF.
TRANSPORTASI
Manokwari terletak di Teluk Doreri, letaknya sangat strategis memudahkan orang untuk berkunjung ke kota ini dengan menggunakan beberapa jenis angkutan seperti kapal laut dan pesawat udara.
Dewasa ini ada beberapa kapal perintis dan kepal-kapal mewah seperti KM NGAPULU, DOLORONDA dan CIREMAI yang menyinggahi di pelabuhan ini setiap dua minggu sekali dan kapal-kapal perintis lainnya yang menghubungkan antar kota Manokwari dan kota-kota lainnya.
Kemudian transportasi udara dapat digunakan dengan pesawat terbang milik Perusahaan Merpati Nusantara Airlines (MNA) setiap hari dari dari kota-kota lain di Papua. Sedangkan untuk kota-kota kecamatan di Kabupaten Manokwari dapat dicapai dengan kendaraan umum kecuali kecamatan Anggi dan danaunya yang sangat indah dapat dicapai dengan pesawat udara jenis Twin Otter MNA/Cessna MAF.
Manokwari Guide | Papua Barat | Indonesia | Fauna
Manokwari Guide | Papua Barat | Indonesia | Fauna
Fauna:
Jenis fauna yang terdapat di Kabupaten Manokwari sama halnya dengan daerah-daerah lain di Papua. Burung Cendrawasih, Burung Kakatua Hitam, Burung Mambruk, Ayam Hutan, Nuri, Biawak, Penyu Belumbing, dan lain-lain ditemui di Kabupaten ini. Selain binatang-binatang tersebut, terdapat pula beragam jenis kupu - kupu yang sangat menarik dan beraneka warna hidup di Pegunungan Arfak secara liar Pegunungan Arfak terletak di Timur Laut Kepala Burung Papua, secara hukum telah dikukuhkan sebagai status Cagar Alam. Cagar Alam Pegunungan Arfak memiliki keanekaragaman hayati yang tak terduga nilainya, baik Fauna maupun Floranya.
Salah satu potensi sumber daya alam yang unik lagi menarik dan sangat dikagumi karena kelangkaanya. Dekorasi sayap begitu indah bila tertimpa sinar matahari terlihat berkilapan. Pegunungan Arfak baik kawasan pelestarian dan kawasan penyangganya merupakanpusat utama evolusi dari kelompok sayap burung (Ornithoptera spp).
Fauna:
Jenis fauna yang terdapat di Kabupaten Manokwari sama halnya dengan daerah-daerah lain di Papua. Burung Cendrawasih, Burung Kakatua Hitam, Burung Mambruk, Ayam Hutan, Nuri, Biawak, Penyu Belumbing, dan lain-lain ditemui di Kabupaten ini. Selain binatang-binatang tersebut, terdapat pula beragam jenis kupu - kupu yang sangat menarik dan beraneka warna hidup di Pegunungan Arfak secara liar Pegunungan Arfak terletak di Timur Laut Kepala Burung Papua, secara hukum telah dikukuhkan sebagai status Cagar Alam. Cagar Alam Pegunungan Arfak memiliki keanekaragaman hayati yang tak terduga nilainya, baik Fauna maupun Floranya.
Salah satu potensi sumber daya alam yang unik lagi menarik dan sangat dikagumi karena kelangkaanya. Dekorasi sayap begitu indah bila tertimpa sinar matahari terlihat berkilapan. Pegunungan Arfak baik kawasan pelestarian dan kawasan penyangganya merupakanpusat utama evolusi dari kelompok sayap burung (Ornithoptera spp).
Manokwari Guide | Papua Barat | Indonesia | Flora
Manokwari Guide | Papua Barat | Indonesia | Flora
Flora:
Jenis flora di Kabupaten Manokwari seperti halnya dibeberapa kota di Papua Barat sama dengan jenis flora di Australia seperti Arancavis, Darydrum, Lybfocedrus, Tristanea, dan lain-lain. Bagian terbesar dari kawasan ini tertutup oleh hutan-hutan tropis.
Jenis Pohon yang terdapat di Kabupaten Manokwari adalah pohon Matoa. Aghtis, Rhizopora, Instsia dan Bugeira, dan lain-lain. Dari 819 species anggrek yang tumbuh di Papua, banyak terdapat di daerah Manokwari seperti jenis Debrebium Speclabile JJS.
Flora:
Jenis flora di Kabupaten Manokwari seperti halnya dibeberapa kota di Papua Barat sama dengan jenis flora di Australia seperti Arancavis, Darydrum, Lybfocedrus, Tristanea, dan lain-lain. Bagian terbesar dari kawasan ini tertutup oleh hutan-hutan tropis.
Jenis Pohon yang terdapat di Kabupaten Manokwari adalah pohon Matoa. Aghtis, Rhizopora, Instsia dan Bugeira, dan lain-lain. Dari 819 species anggrek yang tumbuh di Papua, banyak terdapat di daerah Manokwari seperti jenis Debrebium Speclabile JJS.
Manokwari Guide | Papua Barat | Indonesia | Iklim
Manokwari Guide | Papua Barat | Indonesia | Iklim
IKLIM
Kabupaten Manokwari seperti halnya kota di papua barat tergolong daerah beriklim basah, curah hujan cukup tinggi, rata-rata 2688 mm pertahun, hutan rata-rata 123 hari pertahun. Suhu antara 260C sampai 320C dan kelembaban rata-rata 84,7% dan intensitas panas matahari 54,3%.
IKLIM
Kabupaten Manokwari seperti halnya kota di papua barat tergolong daerah beriklim basah, curah hujan cukup tinggi, rata-rata 2688 mm pertahun, hutan rata-rata 123 hari pertahun. Suhu antara 260C sampai 320C dan kelembaban rata-rata 84,7% dan intensitas panas matahari 54,3%.
Selasa, 08 Juli 2008
Manokwari Guide| Papua Barat | Indonesia
Manokwari Guide| Papua Barat | Indonesia
Tahun 2001 produksi kayu bulatnya meningkat 11 kali lipat dari 17.913 meter kubik di tahun sebelumnya menjadi 206.474 meter kubik. Non kayu yang dihasilkan adalah rotan, kulit masohi, kulit lawang, gaharu, sagu, kayu kemenyan. Produksi tahun 2001 didominasi oleh kayu kemenyan yang digunakan sebagai bahan baku dupa sebesar 7.801 kilogram.
Sayangnya, Manokwari tidak mendapatkan nilai tambah dari engolahan hasil hutan. Kayu bulat yang diperoleh dari hutan leh pemegang HPH diolah menjadi barang jadi atau setengah jadi di luar kabupaten. PT Djayanti Group, misalnya, mempunyai pabrik pengolahan kayu di Surabaya. Proses pengangkutannya dipermudah dengan adanya Pelabuhan Manokwari yang mempunyai akses ke Pelabuhan Tanjung Perak.
Tahun 2001 produksi kayu bulatnya meningkat 11 kali lipat dari 17.913 meter kubik di tahun sebelumnya menjadi 206.474 meter kubik. Non kayu yang dihasilkan adalah rotan, kulit masohi, kulit lawang, gaharu, sagu, kayu kemenyan. Produksi tahun 2001 didominasi oleh kayu kemenyan yang digunakan sebagai bahan baku dupa sebesar 7.801 kilogram.
Sayangnya, Manokwari tidak mendapatkan nilai tambah dari engolahan hasil hutan. Kayu bulat yang diperoleh dari hutan leh pemegang HPH diolah menjadi barang jadi atau setengah jadi di luar kabupaten. PT Djayanti Group, misalnya, mempunyai pabrik pengolahan kayu di Surabaya. Proses pengangkutannya dipermudah dengan adanya Pelabuhan Manokwari yang mempunyai akses ke Pelabuhan Tanjung Perak.
Manokwari Guide| Papua Barat | Indonesia | Hutan
Manokwari Guide| Papua Barat | Indonesia | Hutan
Hutan menjadi penyumbang terbesar kegiatan ekonomi tahun 2001, nilainya
Rp 190 milyar. Tahun 2001 nilainya mengalami penurunan 3,8 % dari tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan karena larangan ekspor kayu bulat (log) oleh pemerintah. Padahal, hasil hutan terbanyak berasal dari jenis kayu ini.
Potensi kehutanan yang menghasilkan kayu, non kayu, dan anggrek hutan ini didukung oleh kawasan hutan yang luasnya mencapai 63,22 % dari luas wilayah kabupaten. Tidak semuanya berfungsi sebagai hutan produksi tentunya. Malahan 75 % wilayahnya merupakan hutan lindung atau cagar alam.
Hutan produksi menghasilkan 79 jenis kayu komersial seperti merbau, matoa, dan meranti yang merupakan andalan ekspor. Pengelolaannya diserahkan kepada perusahaan pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) yang jumlahnya sekitar
7 buah. Di antaranya PT Kayu Lapis Indonesia dan PT Djayanti Group. Penyumbang kegiatan ekonomi terbesar ini ternyata tidak diikuti oleh besarnya tenaga kerja. Hanya 4,6 % penduduk usia kerja yang hidup dari usaha itu.
Hutan menjadi penyumbang terbesar kegiatan ekonomi tahun 2001, nilainya
Rp 190 milyar. Tahun 2001 nilainya mengalami penurunan 3,8 % dari tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan karena larangan ekspor kayu bulat (log) oleh pemerintah. Padahal, hasil hutan terbanyak berasal dari jenis kayu ini.
Potensi kehutanan yang menghasilkan kayu, non kayu, dan anggrek hutan ini didukung oleh kawasan hutan yang luasnya mencapai 63,22 % dari luas wilayah kabupaten. Tidak semuanya berfungsi sebagai hutan produksi tentunya. Malahan 75 % wilayahnya merupakan hutan lindung atau cagar alam.
Hutan produksi menghasilkan 79 jenis kayu komersial seperti merbau, matoa, dan meranti yang merupakan andalan ekspor. Pengelolaannya diserahkan kepada perusahaan pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) yang jumlahnya sekitar
7 buah. Di antaranya PT Kayu Lapis Indonesia dan PT Djayanti Group. Penyumbang kegiatan ekonomi terbesar ini ternyata tidak diikuti oleh besarnya tenaga kerja. Hanya 4,6 % penduduk usia kerja yang hidup dari usaha itu.
Senin, 07 Juli 2008
Manokwari Guide| Papua Barat | Indonesia | Kehutanan
Manokwari Guide| Papua Barat | Indonesia | Kehutanan
Umbi-umbian, pisang, dan sagu merupakan makanan kegemaran suku-suku di Papua. Petani tradisional menanam tanaman pangan tersebut dengan sistem pertanian tradisional di tengah-tengah hutan, tanpa menyiapkan lahan khusus untuk areal penanaman. Bahkan, tidak ada perawatan khusus seperti pemupukan dan pemberantasan hama.
Namun, jangan dianggap pertanian pada umumnya masih menerapkan sistem pertanian tradisional. Sebab dari sektor ini kegiatan ekonomi kabupaten bergulir. Data menunjukkan 59,65 % kegiatan ekonomi didominasi oleh sektor tersebut dengan andalan berupa hasil hutan, tanaman pangan, dan perikanan.
Hutan menjadi penyumbang terbesar kegiatan ekonomi tahun 2001, nilainya
Rp 190 milyar. Tahun 2001 nilainya mengalami penurunan 3,8 % dari tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan karena larangan ekspor kayu bulat (log) oleh pemerintah. Padahal, hasil hutan terbanyak berasal dari jenis kayu ini.
Potensi kehutanan yang menghasilkan kayu, non kayu, dan anggrek hutan ini didukung oleh kawasan hutan yang luasnya mencapai 63,22 % dari luas wilayah kabupaten. Tidak semuanya berfungsi sebagai hutan produksi tentunya. Malahan 75 % wilayahnya merupakan hutan lindnhg atau cagar alam.
Hutan produksi menghasilkan 79 jenis kayu komersial seperti merbau, matoa, dan meranti yang merupakan andalan ekspor. Pengelolaannya diserahkan kepada perusahaan pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) yang jumlahnya sekitar
7 buah. Di antaranya PT Kayu Lapis Indonesia dan PT Djayanti Group. Penyumbang kegiatan ekonomi terbesar ini ternyata tidak diikuti oleh besarnya tenaga kerja. Hanya 4,6 % penduduk usia kerja yang hidup dari usaha itu.
Umbi-umbian, pisang, dan sagu merupakan makanan kegemaran suku-suku di Papua. Petani tradisional menanam tanaman pangan tersebut dengan sistem pertanian tradisional di tengah-tengah hutan, tanpa menyiapkan lahan khusus untuk areal penanaman. Bahkan, tidak ada perawatan khusus seperti pemupukan dan pemberantasan hama.
Namun, jangan dianggap pertanian pada umumnya masih menerapkan sistem pertanian tradisional. Sebab dari sektor ini kegiatan ekonomi kabupaten bergulir. Data menunjukkan 59,65 % kegiatan ekonomi didominasi oleh sektor tersebut dengan andalan berupa hasil hutan, tanaman pangan, dan perikanan.
Hutan menjadi penyumbang terbesar kegiatan ekonomi tahun 2001, nilainya
Rp 190 milyar. Tahun 2001 nilainya mengalami penurunan 3,8 % dari tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan karena larangan ekspor kayu bulat (log) oleh pemerintah. Padahal, hasil hutan terbanyak berasal dari jenis kayu ini.
Potensi kehutanan yang menghasilkan kayu, non kayu, dan anggrek hutan ini didukung oleh kawasan hutan yang luasnya mencapai 63,22 % dari luas wilayah kabupaten. Tidak semuanya berfungsi sebagai hutan produksi tentunya. Malahan 75 % wilayahnya merupakan hutan lindnhg atau cagar alam.
Hutan produksi menghasilkan 79 jenis kayu komersial seperti merbau, matoa, dan meranti yang merupakan andalan ekspor. Pengelolaannya diserahkan kepada perusahaan pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) yang jumlahnya sekitar
7 buah. Di antaranya PT Kayu Lapis Indonesia dan PT Djayanti Group. Penyumbang kegiatan ekonomi terbesar ini ternyata tidak diikuti oleh besarnya tenaga kerja. Hanya 4,6 % penduduk usia kerja yang hidup dari usaha itu.
Manokwari Guide| Papua Barat | Indonesia | Kehutanan
Manokwari Guide| Papua Barat | Indonesia | Kehutanan
Umbi-umbian, pisang, dan sagu merupakan makanan kegemaran suku-suku di Papua. Petani tradisional menanam tanaman pangan tersebut dengan sistem pertanian tradisional di tengah-tengah hutan, tanpa menyiapkan lahan khusus untuk areal penanaman. Bahkan, tidak ada perawatan khusus seperti pemupukan dan pemberantasan hama.
Namun, jangan dianggap pertanian pada umumnya masih menerapkan sistem pertanian tradisional. Sebab dari sektor ini kegiatan ekonomi kabupaten bergulir. Data menunjukkan 59,65 % kegiatan ekonomi didominasi oleh sektor tersebut dengan andalan berupa hasil hutan, tanaman pangan, dan perikanan.
Hutan menjadi penyumbang terbesar kegiatan ekonomi tahun 2001, nilainya
Rp 190 milyar. Tahun 2001 nilainya mengalami penurunan 3,8 % dari tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan karena larangan ekspor kayu bulat (log) oleh pemerintah. Padahal, hasil hutan terbanyak berasal dari jenis kayu ini.
Potensi kehutanan yang menghasilkan kayu, non kayu, dan anggrek hutan ini didukung oleh kawasan hutan yang luasnya mencapai 63,22 % dari luas wilayah kabupaten. Tidak semuanya berfungsi sebagai hutan produksi tentunya. Malahan 75 % wilayahnya merupakan hutan lindnhg atau cagar alam.
Hutan produksi menghasilkan 79 jenis kayu komersial seperti merbau, matoa, dan meranti yang merupakan andalan ekspor. Pengelolaannya diserahkan kepada perusahaan pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) yang jumlahnya sekitar
7 buah. Di antaranya PT Kayu Lapis Indonesia dan PT Djayanti Group. Penyumbang kegiatan ekonomi terbesar ini ternyata tidak diikuti oleh besarnya tenaga kerja. Hanya 4,6 % penduduk usia kerja yang hidup dari usaha itu.
Umbi-umbian, pisang, dan sagu merupakan makanan kegemaran suku-suku di Papua. Petani tradisional menanam tanaman pangan tersebut dengan sistem pertanian tradisional di tengah-tengah hutan, tanpa menyiapkan lahan khusus untuk areal penanaman. Bahkan, tidak ada perawatan khusus seperti pemupukan dan pemberantasan hama.
Namun, jangan dianggap pertanian pada umumnya masih menerapkan sistem pertanian tradisional. Sebab dari sektor ini kegiatan ekonomi kabupaten bergulir. Data menunjukkan 59,65 % kegiatan ekonomi didominasi oleh sektor tersebut dengan andalan berupa hasil hutan, tanaman pangan, dan perikanan.
Hutan menjadi penyumbang terbesar kegiatan ekonomi tahun 2001, nilainya
Rp 190 milyar. Tahun 2001 nilainya mengalami penurunan 3,8 % dari tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan karena larangan ekspor kayu bulat (log) oleh pemerintah. Padahal, hasil hutan terbanyak berasal dari jenis kayu ini.
Potensi kehutanan yang menghasilkan kayu, non kayu, dan anggrek hutan ini didukung oleh kawasan hutan yang luasnya mencapai 63,22 % dari luas wilayah kabupaten. Tidak semuanya berfungsi sebagai hutan produksi tentunya. Malahan 75 % wilayahnya merupakan hutan lindnhg atau cagar alam.
Hutan produksi menghasilkan 79 jenis kayu komersial seperti merbau, matoa, dan meranti yang merupakan andalan ekspor. Pengelolaannya diserahkan kepada perusahaan pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) yang jumlahnya sekitar
7 buah. Di antaranya PT Kayu Lapis Indonesia dan PT Djayanti Group. Penyumbang kegiatan ekonomi terbesar ini ternyata tidak diikuti oleh besarnya tenaga kerja. Hanya 4,6 % penduduk usia kerja yang hidup dari usaha itu.
Manokwari Guide| Papua Barat | Indonesia
Manokwari Guide| Papua Barat | Indonesia
ANDA tertarik untuk bisa lebih mengenal suku-suku di Papua? Ikutilah salah satu upacara adat di sana. Barapen, misalnya. Setiap tangga 5 Februari suku di Kabupaten Manokwari merayakan Barapen. Tanggal tersebut diperingati sehagrai saat pertama agrama Kristen masuk ke Papua melalui Manokwari.
Sesuai dengan namanya, Barapen, semua bahan makanan yang disajikan dimasak dalam tumpukan batu yang membara. Ikan, keladi umbi-umbian, pisang, dan babi yang akan dimasak, dimasukkan dalam sela-sela tumpukan batu tanpa diberi bumbu. Semakin banyak makanan yang dimasukkan ke sela-sela tumpukan batu, tumpukannya akan semakin tinggi. Biasanya untuk menemani makanan hasil bakaran, disajikan papeda. Makanan pengganti nasi dari sagu ini direbus sampai menjadi adonan seperti lem
ANDA tertarik untuk bisa lebih mengenal suku-suku di Papua? Ikutilah salah satu upacara adat di sana. Barapen, misalnya. Setiap tangga 5 Februari suku di Kabupaten Manokwari merayakan Barapen. Tanggal tersebut diperingati sehagrai saat pertama agrama Kristen masuk ke Papua melalui Manokwari.
Sesuai dengan namanya, Barapen, semua bahan makanan yang disajikan dimasak dalam tumpukan batu yang membara. Ikan, keladi umbi-umbian, pisang, dan babi yang akan dimasak, dimasukkan dalam sela-sela tumpukan batu tanpa diberi bumbu. Semakin banyak makanan yang dimasukkan ke sela-sela tumpukan batu, tumpukannya akan semakin tinggi. Biasanya untuk menemani makanan hasil bakaran, disajikan papeda. Makanan pengganti nasi dari sagu ini direbus sampai menjadi adonan seperti lem
Rabu, 02 Juli 2008
Manokwari Guide | Papua Barat | Indonesia
Manokwari Guide | Papua Barat | Indonesia
Kabupaten manokwari terdiri dari 12 Kecamatan dan 132 Desa. Kabupaten Manokwari sering juga disebut kota buah-buahan karena disini tanahnya sangat subur untuk berbagai jenis tumbuh-tumbuhan. Penduduk Asli Kabupaten Manokwari terdiri dari beberapa suku seperti Suku, Sough, Suku Karon, Suku Hatam, Suku Meyeh dan Suku Wamesa, Suku-suku ini mempunyai budaya yang unik dan berbeda satu sama lain.
Luas wilayah Kabupaten Manokwari 37.901 km2 terletak di bagian kepala burung Pulau Papua. secara geografis Kabupaten ini terletak antara 0015 Lintang Utara dan 3025 Lintang Selatan dan terbentang dari 132035 sampai 134045 Bujur Timur.
Batas-batas Kabupaten Manokwari adalah sebagai berikut:
- Sebelah Utara berbatasan dengan Samudera Pasifik
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Nabire dan Kabupaten Paniai.
- Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Biak Numfor dan
- Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Sorong.
Kabupaten manokwari terdiri dari 12 Kecamatan dan 132 Desa. Kabupaten Manokwari sering juga disebut kota buah-buahan karena disini tanahnya sangat subur untuk berbagai jenis tumbuh-tumbuhan. Penduduk Asli Kabupaten Manokwari terdiri dari beberapa suku seperti Suku, Sough, Suku Karon, Suku Hatam, Suku Meyeh dan Suku Wamesa, Suku-suku ini mempunyai budaya yang unik dan berbeda satu sama lain.
Luas wilayah Kabupaten Manokwari 37.901 km2 terletak di bagian kepala burung Pulau Papua. secara geografis Kabupaten ini terletak antara 0015 Lintang Utara dan 3025 Lintang Selatan dan terbentang dari 132035 sampai 134045 Bujur Timur.
Batas-batas Kabupaten Manokwari adalah sebagai berikut:
- Sebelah Utara berbatasan dengan Samudera Pasifik
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Nabire dan Kabupaten Paniai.
- Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Biak Numfor dan
- Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Sorong.
Langganan:
Postingan (Atom)