Manokwari Guide| Papua Barat | Indonesia | Hutan
Hutan menjadi penyumbang terbesar kegiatan ekonomi tahun 2001, nilainya
Rp 190 milyar. Tahun 2001 nilainya mengalami penurunan 3,8 % dari tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan karena larangan ekspor kayu bulat (log) oleh pemerintah. Padahal, hasil hutan terbanyak berasal dari jenis kayu ini.
Potensi kehutanan yang menghasilkan kayu, non kayu, dan anggrek hutan ini didukung oleh kawasan hutan yang luasnya mencapai 63,22 % dari luas wilayah kabupaten. Tidak semuanya berfungsi sebagai hutan produksi tentunya. Malahan 75 % wilayahnya merupakan hutan lindung atau cagar alam.
Hutan produksi menghasilkan 79 jenis kayu komersial seperti merbau, matoa, dan meranti yang merupakan andalan ekspor. Pengelolaannya diserahkan kepada perusahaan pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) yang jumlahnya sekitar
7 buah. Di antaranya PT Kayu Lapis Indonesia dan PT Djayanti Group. Penyumbang kegiatan ekonomi terbesar ini ternyata tidak diikuti oleh besarnya tenaga kerja. Hanya 4,6 % penduduk usia kerja yang hidup dari usaha itu.
Selasa, 08 Juli 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar