Selasa, 22 Juli 2008

Manokwari Guide| Papua Barat | Indonesia | Gempa

Manokwari Guide| Papua Barat | Indonesia | Gempa

Gempa berkekuatan 6,2 SR di Manokwari, Papua, membuat panik warga yang sedang bekerja di Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA). Salah satu staf tata usaha SKMA mengaku langsung lari keluar gedung bersama pegawai lainnya.

"Kita langsung berhamburan keluar. Panik berat," kata staf tata usaha SKMA Yuliana Suyanti, kepada detikcom, Senin (7/1/2008).

Saat itu, sekitar pukul 12.00 WIT para pegawai sedang salat zuhur. Kemudian terasa goncangan cukup hebat selama beberapa detik. Tak lama setelah gempa, pegawai kembali ke dalam gedung menyelesaikan pekerjaannya.

"Tidak lama aman, saya masuk lagi sambil mengunci pintu, lalu pulang," ujar dia.

Dia menuturkan, akibat gempa gedung SKMA mengalami keretakan di beberapa sisi. "Tapi retaknya tidak begitu terlihat," tutur dia.

Meskipun usai gempa banyak warga yang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, Yuliana lebih memilih untuk tetap bertahan di rumahnya yang terletak hanya beberapa meter dari bibir pantai. Dia mengatakan justru kompleknya di Balai Latihan Kehutanan yang dijadikan tempat mengungsi para korban kebakaran di Jalan Borobudur.

"Ada 2 tenda didirikan. Mudah-mudah di sini aman. Lillahita'ala (Berserah diri padaNya)-lah," imbuh dia.

Sementara, Tuti yang tinggal di Jalan Pahlawan mengaku merasakan gempa saat sedang di dalam taksi. Gempa yang dirasakannya sangat kuat, hingga kaca-kaca di sebuah kantor pemeriksa keuangan yang dilewatinya berbunyi. Tembok pun terlihat retak.

"Saya pikir ban taksinya kempes, ternyata gempa. Soalnya kencang sekali," cerita Tuti.

Menurut Tuti jika gempa berkekuatan serupa terjadi lebih lama maka akan menimbulkan lebih banyak kerusakan. Dia mengaku hingga saat ini sudah merasakan dua kali gempa susulan.

"Tapi gempanya tidak begitu besar seperti yang pertama," pungkas dia.

Menurut Depkes, gempa ini menyebabkan 20 rumah rusak dan terbakar dan memaksa 200 orang mengungsi.

sumber detik news

Tidak ada komentar: