Selasa, 08 Juli 2008

Manokwari Guide| Papua Barat | Indonesia

Manokwari Guide| Papua Barat | Indonesia


Tahun 2001 produksi kayu bulatnya meningkat 11 kali lipat dari 17.913 meter kubik di tahun sebelumnya menjadi 206.474 meter kubik. Non kayu yang dihasilkan adalah rotan, kulit masohi, kulit lawang, gaharu, sagu, kayu kemenyan. Produksi tahun 2001 didominasi oleh kayu kemenyan yang digunakan sebagai bahan baku dupa sebesar 7.801 kilogram.

Sayangnya, Manokwari tidak mendapatkan nilai tambah dari engolahan hasil hutan. Kayu bulat yang diperoleh dari hutan leh pemegang HPH diolah menjadi barang jadi atau setengah jadi di luar kabupaten. PT Djayanti Group, misalnya, mempunyai pabrik pengolahan kayu di Surabaya. Proses pengangkutannya dipermudah dengan adanya Pelabuhan Manokwari yang mempunyai akses ke Pelabuhan Tanjung Perak.

Manokwari Guide| Papua Barat | Indonesia | Hutan

Manokwari Guide| Papua Barat | Indonesia | Hutan

Hutan menjadi penyumbang terbesar kegiatan ekonomi tahun 2001, nilainya
Rp 190 milyar. Tahun 2001 nilainya mengalami penurunan 3,8 % dari tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan karena larangan ekspor kayu bulat (log) oleh pemerintah. Padahal, hasil hutan terbanyak berasal dari jenis kayu ini.

Potensi kehutanan yang menghasilkan kayu, non kayu, dan anggrek hutan ini didukung oleh kawasan hutan yang lu­asnya mencapai 63,22 % dari luas wilayah kabupaten. Tidak semuanya berfungsi sebagai hutan produksi tentunya. Malahan 75 % wilayahnya merupakan hutan lindung atau cagar alam.

Hutan produksi menghasilkan 79 jenis kayu komersial seperti merbau, matoa, dan meranti yang merupakan andalan ekspor. Pengelolaannya diserahkan kepada perusahaan pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) yang jumlahnya sekitar
7 buah. Di antaranya PT Kayu Lapis Indonesia dan PT Djayanti Group. Penyumbang kegiatan ekonomi terbesar ini ternyata tidak diikuti oleh besarnya tenaga kerja. Hanya 4,6 % penduduk usia kerja yang hidup dari usaha itu.

Senin, 07 Juli 2008

Manokwari Guide| Papua Barat | Indonesia | Kehutanan

Manokwari Guide| Papua Barat | Indonesia | Kehutanan

Umbi-umbian, pisang, dan sagu merupakan makanan ke­gemaran suku-suku di Papua. Petani tradisional menanam tanaman pangan tersebut dengan sistem pertanian tradisional di tengah-tengah hutan, tanpa menyiapkan lahan khusus untuk areal penanaman. Bahkan, tidak ada perawatan khusus seperti pemupukan dan pemberantasan hama.

Namun, jangan dianggap pertanian pada umumnya masih menerapkan sistem pertanian tradisional. Sebab dari sektor ini kegiatan ekonomi kabupaten bergulir. Data menunjukkan 59,65 % kegiatan ekonomi didominasi oleh sektor tersebut dengan andalan berupa hasil hutan, tanaman pangan, dan perikanan.

Hutan menjadi penyumbang terbesar kegiatan ekonomi tahun 2001, nilainya
Rp 190 milyar. Tahun 2001 nilainya mengalami penurunan 3,8 % dari tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan karena larangan ekspor kayu bulat (log) oleh pemerintah. Padahal, hasil hutan terbanyak berasal dari jenis kayu ini.

Potensi kehutanan yang menghasilkan kayu, non kayu, dan anggrek hutan ini didukung oleh kawasan hutan yang lu­asnya mencapai 63,22 % dari luas wilayah kabupaten. Tidak semuanya berfungsi sebagai hutan produksi tentunya. Malahan 75 % wilayahnya merupakan hutan lindnhg atau cagar alam.

Hutan produksi menghasilkan 79 jenis kayu komersial seperti merbau, matoa, dan meranti yang merupakan andalan ekspor. Pengelolaannya diserahkan kepada perusahaan pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) yang jumlahnya sekitar
7 buah. Di antaranya PT Kayu Lapis Indonesia dan PT Djayanti Group. Penyumbang kegiatan ekonomi terbesar ini ternyata tidak diikuti oleh besarnya tenaga kerja. Hanya 4,6 % penduduk usia kerja yang hidup dari usaha itu.

Manokwari Guide| Papua Barat | Indonesia | Kehutanan

Manokwari Guide| Papua Barat | Indonesia | Kehutanan

Umbi-umbian, pisang, dan sagu merupakan makanan ke­gemaran suku-suku di Papua. Petani tradisional menanam tanaman pangan tersebut dengan sistem pertanian tradisional di tengah-tengah hutan, tanpa menyiapkan lahan khusus untuk areal penanaman. Bahkan, tidak ada perawatan khusus seperti pemupukan dan pemberantasan hama.

Namun, jangan dianggap pertanian pada umumnya masih menerapkan sistem pertanian tradisional. Sebab dari sektor ini kegiatan ekonomi kabupaten bergulir. Data menunjukkan 59,65 % kegiatan ekonomi didominasi oleh sektor tersebut dengan andalan berupa hasil hutan, tanaman pangan, dan perikanan.

Hutan menjadi penyumbang terbesar kegiatan ekonomi tahun 2001, nilainya
Rp 190 milyar. Tahun 2001 nilainya mengalami penurunan 3,8 % dari tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan karena larangan ekspor kayu bulat (log) oleh pemerintah. Padahal, hasil hutan terbanyak berasal dari jenis kayu ini.

Potensi kehutanan yang menghasilkan kayu, non kayu, dan anggrek hutan ini didukung oleh kawasan hutan yang lu­asnya mencapai 63,22 % dari luas wilayah kabupaten. Tidak semuanya berfungsi sebagai hutan produksi tentunya. Malahan 75 % wilayahnya merupakan hutan lindnhg atau cagar alam.

Hutan produksi menghasilkan 79 jenis kayu komersial seperti merbau, matoa, dan meranti yang merupakan andalan ekspor. Pengelolaannya diserahkan kepada perusahaan pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) yang jumlahnya sekitar
7 buah. Di antaranya PT Kayu Lapis Indonesia dan PT Djayanti Group. Penyumbang kegiatan ekonomi terbesar ini ternyata tidak diikuti oleh besarnya tenaga kerja. Hanya 4,6 % penduduk usia kerja yang hidup dari usaha itu.

Manokwari Guide| Papua Barat | Indonesia

Manokwari Guide| Papua Barat | Indonesia

ANDA tertarik untuk bisa lebih mengenal suku-suku di Papua? Ikutilah salah satu upacara adat di sana. Ba­rapen, misalnya. Setiap tangga 5 Februari suku di Kabupaten Manokwari merayakan Barapen. Tanggal tersebut diperingati sehagrai saat pertama agrama Kristen masuk ke Papua melalui Manokwari.

Sesuai dengan namanya, Barapen, semua bahan makanan yang disajikan dimasak dalam tumpukan batu yang membara. Ikan, keladi umbi-umbian, pisang, dan babi yang akan dimasak, dimasukkan dalam sela-sela tumpukan batu tanpa diberi bumbu. Semakin banyak makanan yang dimasukkan ke sela-sela tumpukan batu, tumpukannya akan semakin tinggi. Biasanya untuk menemani makanan hasil bakaran, disajikan papeda. Makanan pengganti nasi dari sagu ini direbus sampai menjadi adonan seperti lem

Rabu, 02 Juli 2008

Manokwari Guide | Papua Barat | Indonesia

Manokwari Guide | Papua Barat | Indonesia

Kabupaten manokwari terdiri dari 12 Kecamatan dan 132 Desa. Kabupaten Manokwari sering juga disebut kota buah-buahan karena disini tanahnya sangat subur untuk berbagai jenis tumbuh-tumbuhan. Penduduk Asli Kabupaten Manokwari terdiri dari beberapa suku seperti Suku, Sough, Suku Karon, Suku Hatam, Suku Meyeh dan Suku Wamesa, Suku-suku ini mempunyai budaya yang unik dan berbeda satu sama lain.

Luas wilayah Kabupaten Manokwari 37.901 km2 terletak di bagian kepala burung Pulau Papua. secara geografis Kabupaten ini terletak antara 0015 Lintang Utara dan 3025 Lintang Selatan dan terbentang dari 132035 sampai 134045 Bujur Timur.

Batas-batas Kabupaten Manokwari adalah sebagai berikut:

- Sebelah Utara berbatasan dengan Samudera Pasifik

- Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Nabire dan Kabupaten Paniai.

- Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Biak Numfor dan

- Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Sorong.

Senin, 30 Juni 2008

Manokwari Guide | Papua Barat | Indonesia

Manokwari Guide | Papua Barat | Indonesia

You can get to Manokwari by plane, Batavia Air & Merpati Air serve daily flight to and from Manokwari. Batavia Air is flying Jakarta-Makasar-Manokwari-Jayapura and Merpati Air is flying Jakarta-Makasar-Manado-Sorong-Manokwari-Jayapura